Selasa, 10 September 2013

Cerita Cerita

 بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

 Di awali dengan basmallah gua mau ceritain sedikit tentang kisah atau pun pengalaman gua selama sekolah, kuliah, tongkrongan mungkin dan sebagainya lah ya hehe , 
gua kelahiran padang 08 Agustus 1991 kalau engga salah rahir di hari rabu malem deh, di padang gua tinggal di perumahan Komplek Bea cukai padang daerah Teluk Bayur, disana cuma sampai dengan umur 3 tahunnan mungkin, berhubung orang tua laki-laki pindah tugas kerja ke medan, dan kami sekeluarga pun ikut serta pindah ke Kota medan bertempat tinggal kembali di perumahan Komplek Bea Cukai di jalan Helvetia , awal tinggal disana gua masih berumur 3 tahun masih imut imut nya sih kalau umur segitu, hahaha...

ada kejadian lucu sih, waktu pertama gua tinggal di medan, sesampainya di medan dan sedang angkat-angkat barang engga tau seberapa banyak, karena gua masih umur 3 sesampainya di depan rumah dan turun dari mobil, entah ada angin apa gua langsung lari ke rumah tetangga beda sekitar 5 rumah lah dari rumah gua dan masuk ke rumahnya tanpa salah, mungkin karena masih dibawah umur 5 tahun kali ya lagi lasak-lasaknya kalau bahasa sumatranya :D . mungkin sangking lasaknya gua pernah terjatuh dan mengalami luka pada bagian kepala dan mendapatkan 2 ukiran (jahitan) oleh dokter.

Berlangsungnya waktu dan bertambahnya umur gua pun mulai memasuki umur 5 tahun lebih, dan mulailah di perkenalkan dengan dunia pendidikan sama kedua orang tua gua, di awali dengan di sekolahkannya gua di TK Kartika 1-7 disanalah pertama kalinya gua belajar haha
engga berasa waktu lulus lah gua di TK tersebut dan mulai masuk ke pendidikan Sekolah Dasar yang bernama SD Negeri Ikal selama pendidikan sekolah dasar gua di beri transportasi sama orang tua cewe atau mama, yaitu "Becak" haha abang becak tersebut bernama Tegel entah gimana itu orang tuanya ngasih nama tegel hahaha setiap pagi gua di jemput sama abang tegel itu untuk pergi sekolah dengan menggunakan becak kesayangan dia mungkin, besama kakak gua yang cewe juga yang bernama putri, dan ada 2 temen satu jemputan itu, nina dan dede.

Sekolah lah guu di Sd Ikal tersebut dengan rutinitas sama seperti anak-anak kecil lainnya setiap pagi bangun pagi untuk pergi sekolah, dan gua termasuk anak yang gampang bangun pagi, namun gampang juga untuk tertidur kembali haha, al hasil setiap pagi pun gua harus di bangunin sama mama akibat susah untuk beranjak ke kamar mandi untuk mandi dan bergegas ke sekolah. Mungkin karena masih Sd sampai kelas 3 gua masih belum ketahuan lasaknya (bandel) masih nurut dan patuh dengan guru, setelah masuk ke kelas 4 sampai 6 mungkin itu yang paling berkesan saat sekolah dasar sama seperti anak SD lainnya yang pasti suka bermain Bola pernah suatu kejadian entah dulu kelas 5 atau 6 pada saat bermain bola di pekarangan teras kecil akibat berebutan bola dengan teman, entah di dorong atau tidak gua pun terjatuh dan kepala mengenai tembok putih alhasil kepala gua pun luka dan berdarah. Mendadak teman dan guru pun ikut panik untuk menghantarkan gua ke P3K dan di ukir lah jaitan di kepala gua sekitar 3 jaitan lumayan sakit lah dan gua pun izin engga masuk sampai beberapa hari. masih banyak sih kejadian-kejadian lainnya yang belum gua ceritain berhubung gua ngetik cerita ini di kantor yah sampai disini aja dulu yah cerita pas jaman SD nya haha.

Memasuki umur 10-13 gua pun mulai persekolahan SMP setelah dinyatakan lulus dari SD dengan nilai yah bisa di bilang pas pasan hahaha, cuman masih di atas rata-rata sih.

di sekolahkan lah gua di padang tepatnya pada SMP Kartika 1-7 dan gua pun numpang tinggal di rumah ade nyokap, jarak rumah ke sekolah engga jauh hanya sekitar 10 menit kurang lah, gua naik mikrolet atau bis kota. disekolahkan nya gua di padang dikarenakan bokap gua  sakit yang pada saat itu bokap berobat tradisional di padang dikarenakan setiap pagi bokap melihat anak sekolah melintas depan rumah mengakibatkan kangen dan pindahlah gua ke padang. cuman sekolah di padang gua hanya semester pendek sih hanya 6 bulan, berhubung bokap di pindahkan berobat kejakarta gua pun di pindahkan kembali ke medan dan kembali bersama nyokap, kakak dan abang. namun abang gua yang pertama dan abang kedua mereka memilih kuliah di jakarta dikarenakan ingin menemani bokap yang terlebih dahulu ke jakarta untuk berobat. berlangsungnya waktu kami pun sekeluarga memutuskan ikut pindah ke jakarta ikut menemani bokap yang pada saat itu mulai berangsur sembuh. pindah lah kami sekeluarga ke kota Jakarta yang pada saat itu gua belum tau begimana  keadaan kota jakarta yang denger dari orang kota super sibuk.
 
 pindahnya gua sekeluarga dengan menggunakan kapal laut, perjalanan memakan waktu tiga hari dua malam menginjakkan kaki pertama kali di jakarta itu di pelabuhan priuk jakarta utara, lanjut cerita gua pun bertempat tinggal di jakarta timur di komplek beacukai pondok bambu. dan pada saat itu gua pun untuk ketiga kalinya pidah sekolah alhamdulillah gua bisa masuk di sekolah negeri dijakarta yaitu smp 51, disanalah gua pertama kali mencicipi pendidikan jakarta hehe

lanjut cerita gua pun lulus dari Smp 51 dengan nilai yang cukup memuaskan lagi-lagi diatas rata-rata lah hehe,
diterima lah gua si SMA 36 yang disana lumayan banyak temen-temen yang dari satu SMP yang sama .

pengalaman yang paling berharga yang gua dapet di bangku SMA itu banyak dan engga mungkin gua ceritain satu-satu, beberapanya aja lah ya gua untuk pertama kalinya punya pacar di SMA dan pertama kalinya juga pernah di omlein sama pak polisi di polsek setempat karena ketauan cabut sekolah pada saat jam sekolah, dan itu pengalaman paling tolol menurut gua haha sekalinya dapet point di sekolah dan langsung dapet point 50 yang batas point itu 100 bisa di drop out dari sekolah tersebut anehnya seklainya dapet point langsung 50 loh hahaha

tapi tetep gua bisa lulus dari SMA tersebut dengan nilai yang di atas rata-rata alhamdulillah tidak lupa:D mungkin berkat doa dan kerja keras gua :D 

sampai disini dulu deh ya ceritanya kapan sempet dilanjutin lagi, soalnya ini buat ceritanya di kantor hahaha







Rabu, 06 Juni 2012

Tulisan Perbankan



TENTANG CIMB NIAGA
Bank CIMB Niaga berdiri pada tanggal 26 September 1955 dengan nama Bank Niaga. Pada dekade awal berdirinya, fokus utama adalah pada membangun nilai-nilai inti dan profesionalisme di bidang perbankan. Sebagai hasilnya, Bank Niaga dikenal luas sebagai penyedia produk dan layanan berkualitas yang terpercaya. Di tahun 1987, Bank Niaga membedakan dirinya dari para pesaingnya di pasar domestic dengan menjadi Bank yang pertama menawarkan nasabahnya layanan perbankan melalui mesin ATM di Indonesia. Pencapaian ini dikenalluas sebagai masuknya Indonesia ke dunia perbankan modern. Kepemimpinan Bank dalam penerapan teknologi terkini semakin dikenal di tahun 1991 dengan menjadi yang pertama memberikan nasabahnya layanan perbankanonline.
Bank Niaga menjadi perusahaan terbuka di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (kini Bursa Efek Indonesia/BEI) pada tahun 1989. Keputusan untuk menjadi perusahaan terbuka merupakan tonggak bersejarah bagi Bank dengan meningkatkan akses pendanaan yang lebih luas. Langkah ini menjadi katalis bagi pengembangan jaringan Bank di seluruh pelosok negeri.

Pemerintah Republik Indonesia selama beberapa waktu pernah menjadi pemegang saham mayoritas Bank CIMB Niaga saat terjadinya krisis keuangan di akhir tahun 1990-an. Pada bulan November 2002, Commerce Asset-Holding Berhad (CAHB), kini dikenal luas sebagai CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Group Holdings), mengakuisisi saham mayoritas Bank Niaga dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Di bulan Agustus 2007 seluruh kepemilikan saham berpindah tangan ke CIMB Group sebagai bagian dari reorganisasi internal untuk mengkonsolidasi kegiatan seluruh anak perusahaan CIMB Group dengan platform universal banking.

Dalam transaksi terpisah, Khazanah yang merupakan pemilik saham mayoritas CIMB Group Holdings mengakuisisi kepemilikan mayoritas LippoBank pada tanggal 30 September 2005. Seluruh kepemilikan saham ini berpindah tangan menjadi milik CIMB Group pada tanggal 28 Oktober 2008 sebagai bagian dari reorganisasi internal yangsama.

Sebagai pemilik saham pengendali dari Bank Niaga (melalui CIMB Group) dan LippoBank, sejak tahun 2007 Khazanah memandang penggabungan (merger) sebagai suatu upaya yang harus ditempuh agar dapat mematuhi kebijakan Single Presence Policy (SPP) yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. Penggabungan ini merupakanmerger pertama di Indonesia terkait dengan kebijakan SPP. Pada bulan Mei 2008, nama Bank Niaga berubah menjadi Bank CIMB Niaga. Kesepakatan Rencana Penggabungan Bank CIMB Niaga dan LippoBank telah ditandatangani pada bulan Juni 2008, yang dilanjutkan dengan Permohonan Persetujuan Rencana Penggabungan dari Bank Indonesia dan penerbitan Pemberitahuan Surat Persetujuan Penggabungan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di bulan Oktober 2008. LippoBank secara resmi bergabung ke dalam Bank CIMB Niaga pada tanggal 1 November 2008 (Legal Day 1 atau LD1) yang diikuti dengan pengenalan logo baru kepada masyarakat luas.

Bergabungnya LippoBank ke dalam Bank CIMB Niaga merupakan sebuah lompatan besar di sektor perbankan Asia Tenggara. Bank CIMB Niaga kini menawarkan nasabahnya layanan perbankan yang komprehensif di Indonesia dengan menggabungkan kekuatan di bidang perbankan ritel, UKM dan korporat dan juga layanan transaksi pembayaran. Penggabungan ini menjadikan Bank CIMB Niaga menjadi bank terbesar ke-5 dari sisi aset, pendanaan, kredit dan luasnya jaringan cabang. Dengan komitmennya pada integritas, ketekunan untuk menempatkan perhatian utama kepada nasabah dan semangat untuk terus unggul, Bank CIMB Niaga akan terus memanfaatkan seluruh daya yang dimilikinya untuk menciptakan sinergi dari penggabungan ini. Keseluruhannya merupakan nilai-nilai inti Bank CIMB Niaga dan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi bagi masa depan yangsangat menjanjikan.



SEJARAH
50 Tahun Memberi Pelayanan Prima & Solusi Berkualitas
CIMB Niaga Dalam Lima Dasawarsa
Setengah abad sudah CIMB Niaga hadir di negeri tercinta, Indonesia. Lima puluh tahun bukan saja menandai usia kami tapi juga merupakan pembuktian bahwa nilai-nilai Integritas dan Kualitas yang kami bangun sejak hari pertama kami beroperasi – serta berbagai terobosan solusi dan inovasi produk & jasa – adalah faktor keberhasilan CIMB Niaga menjadi bank terkemuka dalam Kualitas Pelayanan. Saat ini CIMB Niaga semakin mantap dan siap menjawab berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada di masa depan. Berikut ini kami sajikan kilas balik lima dasawarsa sejarah CIMB Niaga.
Dasawarsa #1 (1955 – 1965)
Dasawarsa Membangun Integritas
Dasawarsa pertama CIMB Niaga diisi dengan dedikasi dan kerja keras agar menjadi sebuah bank swasta nasional yang baik, sehat dan dipercaya. Sejak awal kami meyakini pentingnya nilai-nilai Integritas dan Kualitas.
MEMBANGUN KEPERCAYAAN KEPADA BANK NIAGA
Para pendiri Bank Niaga (sekarang CIMB Niaga)  menyadari bahwa kepercayaan nasabah maupun masyarakat adalah satu nilai yang harus senantiasa didapatkan serta dijaga. “Usaha jang utama ialah mendapatkan kepertjajaan…” (Sumber: Laporan Tahunan 1956)
TEKNOLOGI DEMI PELAYANAN YANG CEPAT DAN MEMUASKAN
Kami melihat pentingnya pemanfaatan teknologi bagi pelayanan–jauh sebelum kata “teknologi informasi” digunakan dalam dunia perbankan. Ukuran pelayanan yang baik diantaranya adalah cepat dan memuaskan. “Dari semula telah diusahakan supaja seluruh administrasi bank dapat didjalankan setjara mechanics…” (Sumber: Laporan Tahunan 1956). “Diusahakan supaja tugas2… dapat senantiasa dilakukan setjara memuaskan. Bagi pemegang Giro umpamanja telah diberikan perhitungan harian sehingga tiap perobahan selambat-lambatnja telah dapat diketahui oleh langganan pada hari kerdja berikutnja.” (Sumber: Laporan Tahunan 1957) 
KEPATUHAN KEPADA PERATURAN
Jauh sebelum konsep Good Corporate Governance dikenal luas, kami telah membangun salah satu intinya yaitu kepatuhan (compliance). “Oleh pimpinan senantiasa diusahakan supaja bank bekerdja sesuai dengan peraturan2 jang se-waktu2 dikeluarkan oleh Bank Indonesia.” (Sumber: Laporan Tahunan 1960)
KARYAWAN SEBAGAI ASET UTAMA
Kami telah menetapkan bahwa karyawan yang berdedikasi serta memiliki integritas adalah kekayaan utama kami. “Dalam kebijaksanaan kepegawaian, terus menerus diusahakan untuk menjesuaikan gadji dengan ongkos hidup jang terus meningkat…penghargaan kami atas djasa2 seluruh pegawai dalam mempertahankan daja service bank terhadap para langganan.” (Sumber: Laporan Tahunan 1965)
Dasawarsa #2 (1966 – 1975)
Dasawarsa Menjadi Bank Yang Pelayanannya Terpercaya
Untuk berkembang secara pesat dan memperkuat kepercayaan masyarakat, pada dasawarsa kedua, kami mengembangkan sistem, organisasi, manajemen dan sumber daya manusia yang bervisi masa depan.
SALAH SATU BANK SWASTA NASIONAL YANG DIPERCAYA
Pada tahun 1969 di tengah krisis perbankan swasta, CIMB Niaga termasuk sedikit dari bank-bank swasta yang tergolong sehat. “…. bank kita djuga diikut sertakan diantara 3 bank swasta lainnja untuk menyelenggarakan tabungan berhadiah jang didjamin oleh Bank Indonesia. … dengan penjertaan ini kita telah digolongkan pada kelompok bank2 nasional jang tjukup baik untuk didjamin oleh Bank Indonesia.” (Sumber: Laporan Tahunan 1969)
PRINSIP PRUDENTIAL BANKING
Kami senantiasa mengutamakan prinsip prudential banking. “… banjak debitur2 jang menginginkan pindjaman setjara “overdraft” tanpa perdjandjian, hal mana tak dapat kami kabulkan.” (Sumber: Laporan Tahunan 1970)FULL SERVICE BANK
Untuk memenuhi berbagai kebutuhan nasabah yang semakin berkembang, kami menjadi full service bank pada November 1974.
INVESTASI PIMPINAN UNTUK MASA DEPAN
“Terutama dibidang pemupukan tenaga pimpinan kami telah berhasil menyelesaikan pendidikan beberapa management trainees dengan baik. Dimasa yang akan datang usaha human investment ini akan lebih nyata manfaatnya bagi perkembangan bank dengan tersedianya karyawan-karyawan pimpinan terlatih yang mampu memberikan jasa bank yang dibutuhkan oleh masyarakat.” (Sumber: Laporan Tahunan 1975)
Dasawarsa #3 (1976 – 1985)Dasawarsa Membangun Bank yang Modern dan Didukung Teknologi Informasi CIMB Niaga, kami percaya pada pentingnya pertumbuhan yang baik dan berkelanjutan (sustainable development). Pada dasawarsa ketiga, kami secara cepat melakukan berbagai perubahan mendasar dalam skala besar di segala bidang. Salah satu hasilnya adalah citra CIMB Niaga yang semakin dikenal sebagai bank yang memiliki integritas.
SALAH SATU YANG PERTAMA MENERAPKAN ON-LINE BANKING
Pada tahun 1981-1982, CIMB Niaga menerapkan jaringan banking on-line antar cabang dan menjadi salah satu bank yang pertama di Indonesia. “Dibidang operasi, yang menonjol adalah ditingkatkannya sistim komputer di seluruh cabang-cabang CIMB Niaga di Jakarta dan Surabaya. Dalam peningkatan sistim ini diharapkan, setiap nasabah yang menjadi nasabah dari salah satu cabang CIMB Niaga di Jakarta, dapat menyetor dan mengambil uang tunai maupun kliring di semua kantor cabang CIMB Niaga di Jakarta Raya.” (Sumber: Laporan Tahunan 1983).

MEMPERKUAT BUDAYA KERJA
Budaya kerja di CIMB Niaga semakin diperkuat di mana para pendiri, shareholders dan manajemen senantiasa bekerja dengan prinsip kepentingan stakeholders harus didahulukan. Itulah inti dasar Good Corporate Governance.
INOVASI PRODUK & JASA
Kami menciptakan berbagai produk & jasa baru untuk menjawab kebutuhan nasabah. “… telah dibuka Cabang Pembantu Kebayoran. Cabang baru ini dengan cepat berhasil menghimpun dana dan melaksanakan Proffesional Loan Program (P.L.P), yaitu program pemberian kredit kepada golongan profesi seperti Dokter, Insinyur, dan lain-lain.” (Sumber: Laporan Tahunan 1976). “… penambahan jaringan authorized money changer, di cabang Jakarta-Kota, cabang Hasanuddin, cabang Cirebon, cabang Ujung Pandang, membuka unit-unit Kas Mobil diberbagai kampus, dan dihasilkannya berbagai produk-produk perbankan baru.” (Sumber: Laporan Tahunan 1985) 
TETAP BERHATI-HATI DI TENGAH PERSAINGAN
“Dengan penghapusan pagu kredit dan pengurangan kredit likuiditas Bank Indonesia (Paket Kebijakan 1 Juni 1983 – Pakjun 1983), CIMB Niaga menyadari kecenderungan iklim perbankan yang berkembang ke arah persaingan merebut pasar. Karena itu walaupun indikator-indikator keuangannya memungkinkan untuk ekspansi, CIMB Niaga memilih kebijakan operasional yang lebih konservatif dan hati-hati dengan titik berat pada peningkatan pelayanan, pendidikan dan konsolidasi organisasi. Kebijakan operasional CIMB Niaga tadi tampaknya sejalan dengan perkembangan ekonomi yang mengalami kelesuan selama pertengahan dasawarsa 1980-an, sebagai dampak berkepanjangan dari kemerosotan laju pertumbuhan ekonomi negara-negara industri maju yang berawal tahun 1980.” (Sumber: “40 Tahun Kiprah CIMB Niaga)
Dasawarsa #4 (1986 – 1995)
Dasawarsa Nasabah Dan Kualitas

Pada dasawarsa keempat, kami kembali melakukan berbagai terobosan untuk semakin mengenali dan dekat dengan nasabah kami. Tahun 1987 dicanangkan sebagai Tahun Kualitas dan tahun 1994-1998 sebagai Tahun Nasabah.  
TRANSFORMASI CORPORATE IMAGE MELALUI LOGO BARU
“Kami menyadari pentingnya program corporate image building yang dilaksanakan secara konsisten dan disesuaikan dengan perkembangan CIMB Niaga. “Salah satu di antaranya ialah perubahan logo CIMB Niaga. Pemikiran untuk mengganti logo CIMB Niaga sendiri sebenarnya telah muncul di awal 1980-an. Akhirnya, melalui sebuah biro jasa periklanan asing, dipilih logo CIMB Niaga berupa huruf N diapit oleh empat kaki, dengan dua warna yaitu merah dan abu-abu. Logo baru tersebut dipilih manajemen CIMB Niaga karena dinilai sederhana namun cukup artistic” (Sumber: “40 Tahun Kiprah CIMB Niaga”)
LEBIH BERORIENTASI KEPADA KEPUASAN NASABAH
Kami tetap menjaga upaya-upaya yang berorientasi kepada kepuasan nasabah dan pelayanan yang berkualitas. “Tahun ini merupakan komitmen kami untuk menjadikan pelayanan kami melampaui harapan nasabah. Dalam hal ini, kami terus melanjutkan Program Kualitas Pelayanan yang dimulai tahun lalu. Survei nasabah secara internal dan eksternal dilakukan dan visi pelayanan CIMB Niaga telah diperoleh secara konsensus, yaitu: KEPUASAN NASABAH ADALAH SEGALA-GALANYA.” (Sumber: Laporan Tahunan 1994)
BANK YANG PERTAMA MEMPERKENALKAN ATM
Di jajaran perbankan nasional, pada tahun 1987 kami kembali menjadi pionir yaitu dalam jasa ATM. “Perkembangan ATM (Automated Teller Machine), yang kami beri nama “Niaga Cash”, sangat menggembirakan. Dengan kemampuan sistem komputer on line, nasabah dapat menarik dananya pada setiap ATM CIMB Niaga selama 24 jam.” (Sumber: Laporan Tahunan 1988)
MENJADI PERUSAHAAN PUBLIK
Dibulan Juni 1989, kami melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Jakarta. “Setelah selesai masa penawaran, hasil perhitungan menunjukkan bahwa pemesanan saham CIMB Niaga mencapai 20,9 juta saham atau sekitar empat kali lipat dari saham yang ditawarkan (yakni sebanyak 5 juta saham)… berarti saham CIMB Niaga banyak diminati investor dan masyarakat. Citra CIMB Niaga yang positif di hadapan masyarakat, penanganan manajemen yang berhati-hati serta indikator kinerja keuangan yang meyakinkan sangat mendukung sukses go public ini.” (Sumber: “40 Tahun Kiprah CIMB Niaga”)
TANGGUNG JAWAB WARGA NEGARA KORPORASI YANG BAIK
“… CIMB Niaga will always be conscious of its social commitments as a corporate citizen of Indonesia, a responsibility held as an extension and part of our business responsibility to our shareholders and our clients.” (Sumber: Laporan Tahunan 1992)
Dasawarsa #5 (1996 – 2005)
Dasawarsa Looking Beyond the Future
Dasawarsa kelima merupakan masa penuh tantangan berat bagi CIMB Niaga. CIMB Niaga berhasil mengatasi dampak dari krisis ekonomi dan perbankan nasional yang terjadi mulai tahun 1997 di Indonesia. Sementara itu, CIMB Niaga tetap mempertahankan posisinya dalam 10 bank terbaik dalam Kualitas Pelayanan. Dengan dukungan pemegang saham mayoritas yaitu Commerce Asset – Holding Berhad, lembaga keuangan Malaysia terkemuka, CIMB Niaga siap untuk mewujudkan visinya menjadi satu dari lima bank terbesar di Indonesia.
MENGATASI DAMPAK KRISIS EKONOMI INDONESIA
“Di tahun 1999, CIMB Niaga ditempatkan sebagai Bank Take Over di bawah pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Berbeda dengan bank-bank lain yang diambil alih, CIMB Niaga tidak memiliki masalah penyelewengan dana BLBI ataupun pelanggaran batas maksimum pemberian kredit (BMPK) kepada kelompok terafiliasi. Apa yang terjadi pada bulan April 1999 saat mana CIMB Niaga diambil alih oleh BPPN, semata-mata disebabkan karena ketidakmampuan pemegang saham Bank Niaga menyediakan 20% kebutuhan dana rekapitalisasi.” (Sumber: Laporan Tahunan 1999) 
MEMBANGUN PERBANKAN KONSUMER
Setelah mencermati perkembangan pasar, mulai tahun 1998 CIMB Niaga memperluas pasar perbankan konsumer dan memperbesar basis nasabah yang solid dan loyal dari kelompok menengah-atas yang dikembangkan ke kelompok menengah. Kami menciptakan berbagai produk unggulan yang merupakan solusi tepat-guna demi meningkatkan kepuasan nasabah.
SEBUAH LOMPATAN TEKNOLOGI INFORMASI
Mulai tahun 2001, CIMB Niaga mengubah sistem teknologi informasinya dengan sistem yang lebih canggih dan sempurna. Investasi pada bidang teknologi ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang mudah diakses nasabah di manapun dan kapanpun, cepat, aman, serta merupakan solusi bagi nasabah.
GOOD CORPORATE GOVERNANCE
“Beberapa prinsip dan implementasi tata kelola perusahaan yang baik bukanlah hal yang baru di CIMB Niaga. Sejak pertengahan dasawarsa 1980-an kepada setiap karyawan telah diberlakukan Standar Etika dan Perilaku Karyawan termasuk pengaturan hal-hal yang terkait dengan Pertentangan Kepentingan. CIMB Niaga juga mempunyai tradisi memisahkan dengan tegas peran dan latar belakang hubungan personil antara Komisaris dengan Direksi…selalu ditegaskan pentingnya prinsip-prinsip kemandirian, transparansi, keadilan, tanggung jawab, akuntabilitas dan kepatuhan dipegang teguh dalam setiap tindakan dan perilaku usaha sehari-hari.” (Sumber: Laporan Tahunan 2000) 
COMMERCE ASSET – HOLDING BERHAD
Dengan masuknya Commerce Asset – Holding Berhad sebagai pemegang saham mayoritas CIMB Niaga pada bulan November 2002, CIMB Niaga memiliki peluang untuk memperluas pasarnya ke kawasan regional.

Kamis, 17 Mei 2012

Tugas-kasus IT pada bank CIMB


Dewasa ini infrastruktur Information Technology (IT) semakin banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan baik kecil, menengah maupun besar. Manfaat dan keuntungan menggunakan IT sebagai backbone dalam menjalankan bisnis semakin terasa keampuhannya, terutama dalam menghadapi turbulensi persaingan bisnis yang semakin dinamis. Kini IT backbone telah menjadi salah satu senjata kekuatan bersaing, tanpa dukungan infrastruktur IT yang memadai sulit bagi suatu unit usaha berkembang dan bertumbuh secara meyakinkan, baik itu di sektor keuangan maupun sektor non keuangan.

Pada sektor keuangan, khususnya industri perbankan, persaingan berada pada red ocean market, dimana terdapat 122 bank komersil dengan 12,500 kantor tersebar di Indonesia (SPI-BI Mei 2009). Industri perbankan merupakan industri yang padat dengan muatan IT, dimana bank beroperasi menyediakan layanan non stop 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, sepanjang tahun. Semua operasional perbankan tidak bisa terlepas dari peran IT sebagai penyokong kegiatan operasional sehari-hari dari sebuah Bank. Contoh paling sederhana adalah penggunaan mesin ATM, dimana mesin ini mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi seperti pengambilan uang tunai, pengecekan saldo, pengiriman uang, pembayaran rekening listrik, kartu kredit, pembelian pulsa, dan
lain-lain tanpa perlu mengantri di depan teller.
1





Mengingat begitu besarnya peran IT dalam perbankan, tidaklah berlebihan bila kebutuhan akan manajemen IT yang handal, khususnya dalam menjaga kualitas dan ketersedian layanan IT pada Bank menjadi sangat signifikan. IT sebagai sentral pengelolaan proses bisnis memerlukan suatu wadah interaksi yang cepat, efisien, dan dapat diandalkan oleh unit-unit lain dalam lingkup bank. Demikian juga dengan unit bisnis lain diluar perbankan, pemanfaatan IT seyogianya dapat dimaksimumkan manfaatnya sehingga proses bisnis dapat menjadi lebih cepat, tepat waktu (reliable), nyaman dan efisien.

Pada umumnya didalam suatu perusahaan memiliki unit atau divisi dalam menangani infrastruktur IT. Adakalanya ketersediaan infrastruktur IT belum dapat dimaksimalkan,  bahkan  kesesuaian  infrastruktur  dengan  kepentingan  bisnis belum selaras yang dapat berakibat pada tingkat efisien dan efektivitas sistem IT tidak optimal. Untuk menghindari ketidak sesuaian antara proses bisnis dengan ketersediaan infrastruktur IT, dibutuhkan suatu sarana yang dapat dihandalkan keakuratan penggunaanya. Salah satu sarana yang dapat digunakan adalah Information   Technology   Infrastructure   Library   (IT-IL),   saran ini   dapat digunakan  sebagai  best  practice  dalam  menyelaraskan  proses  IT  Operation dengan kepentingan bisnis bank. Berkaitan dengan paparan sebelumnya, maka adalah suatu hal yang menantang untuk mengukur dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang membuat sarana IT-IL dapat meningkatkan kualitas layanan IT.

IT-IL sendiri memiliki beberapa proses diantaranya adalah The Business Perspective, ICT Infrastructure Management, Planning to Implement Service Management, Application Management, Security Management, Service Management.  Khusus  untuk  IT  Service  Management  (ITSM)  adalah  sebagai





kerangka kerja (framework) untuk mengelola infrastruktur TI di suatu perusahaan, dan mengatur layanan terbaik bagi penggunaan layanan TI. Dengan kata lain, konsep ITSM muncul sejalan dengan makin meningkatnya ketergantungan dan kebutuhan perusahaan pada IT untuk mencapai tujuan strategis. Di dalam ITSM itu sendiri, salah satunya terdapat fungsi Service Desk dan proses Problem Management yang dapat menjadi landasan pengintegrasian manajemen IT dan mendukung layanan perusahaan secara umum dan layanan IT secara khusus.

IT  Service  Desk  sebagai  antarmuka  antara  user  dengan  IT  merupakan solusi terbaik dalam efisiensi manajemen IT. IT Service Desk yang menjadi Single Point of Contact (SPOC) dalam manajemen IT diharapkan mampu menjawab desakan dunia bisnis yang ketat dan membutuhkan infrastruktur IT yang baik, serta menjadi lapisan terdepan dalam memberikan layanan IT pada user.

Dengan menjalankan fungsi SPOC, IT Service Desk dapat menjadikan segala permasalahan IT selalu termonitor dan terkontrol. Untuk dapat menangani setiap permasalahan dari user, penting bagi IT Service Desk untuk berkoordinasi dengan Problem Management. Dengan adanya kerja sama yang baik diantara keduanya, diharapkan sistem yang terintegrasi, dan administrasi yang baik akan menjadi landasan yang kuat bagi pembangunan IT di masa yang akan datang.

Dalam riset ini pembahasan terbatas pada dampak penerapan IT Service Desk tehadap kinerja IT dilihat dari perspektif user, dalam hal ini dilakukan di Bank CIMB Niaga.